JAMBI, Aurduri.com – Puncak acara pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi Tahun 2026 berlangsung dengan sangat meriah dan penuh kemewahan di Maulidia Convention Center, pada Selasa malam, 12 Mei 2026. Kegiatan tahunan yang digagas dan diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Jambi ini kembali menjadi wadah utama pembinaan generasi muda daerah, guna melahirkan sosok-sosok muda yang berkarakter, visioner, kreatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jambi, Mariani Yanti, menjelaskan bahwa ajang bergengsi ini sejatinya tidak hanya sekadar pemilihan duta pariwisata semata, melainkan menjadi sarana strategis pembinaan sumber daya manusia. Tujuannya adalah membentuk representasi terbaik pemuda-pemudi Kota Jambi yang mampu membawa nama baik daerah di berbagai bidang kehidupan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, ajang Bujang Gadis mengusung tema “Legacy Makers of Culture, Definers of The Future” (Pewaris Budaya, Penentu Masa Depan). Tema ini menekankan peran krusial generasi muda sebagai pelestari nilai-nilai budaya lokal yang dinamis dan inovatif, sekaligus menjadi penentu arah kemajuan daerah di masa depan.
“Bujang Gadis Kota Jambi merupakan agenda tahunan yang bertujuan utama membentuk pemuda yang berkarakter kuat, berwawasan luas, visioner, kreatif, dan tentu saja sangat peduli terhadap pelestarian budaya kita,” ujar Mariani Yanti.
Ia merinci, seleksi tahun ini diikuti oleh sebanyak 102 peserta yang berasal dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Kota Jambi. Melalui serangkaian seleksi ketat dan bertahap, jumlah tersebut akhirnya disaring dan terpilihlah 11 pasang terbaik yang berhak melaju hingga ke babak puncak atau Grand Final.
Sebelum tampil bersaing di malam penentuan, para finalis telah dibekali dengan berbagai materi pembinaan dan pelatihan intensif. Materi yang diberikan meliputi pengembangan kepribadian, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), wawasan kepariwisataan, ekonomi kreatif, strategi pengembangan destinasi wisata, hingga teknik promosi daerah yang efektif.
“Kami berharap mereka tidak hanya sekadar menjadi duta pariwisata, tetapi benar-benar menjadi representasi generasi muda Kota Jambi yang cerdas, berkarakter mulia, inovatif, dan kreatif dalam membawa citra positif daerah,” tambahnya.
Pahami Budaya, Angkat Kembali Kejayaan Masa Lalu
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Camat di Kota Jambi serta pihak terkait atas dukungan dan partisipasi aktifnya dalam penyelenggaraan kegiatan yang sangat positif ini.
Menurut Wali Kota, pembinaan Bujang Gadis merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pemerintah daerah dalam membina generasi muda agar memiliki visi masa depan yang kokoh, namun tetap berakar kuat pada pemahaman mendalam mengenai identitas, sejarah, dan budaya asli Jambi.
“Anak-anak muda kita harus memahami Jambi dari berbagai aspek kehidupan, terutama nilai-nilai budaya dan filosofi adat Melayu yang kita pegang teguh, yaitu adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” tegas Maulana.
Ia juga menegaskan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap sejarah dan budaya daerah tidak boleh berhenti sebatas pengetahuan, melainkan harus diiringi dengan kemampuan mengomunikasikannya melalui pendekatan dan narasi yang modern. Hal ini dinilai sangat penting sebagai modal berharga dalam membangun masa depan daerah.
Secara khusus, Maulana juga menyinggung kembali tentang kejayaan peradaban Jambi di masa lalu, salah satunya keberadaan situs Candi Muaro Jambi yang pernah dikenal luas sebagai salah satu pusat pendidikan dan peradaban besar dunia pada abad ke-7 Masehi.
“Ini adalah bukti kejayaan masa lalu yang sangat agung, dan tugas kita adalah mengangkat kembali ingatan itu demi kesuksesan masa depan. Kejayaan tersebut harus kita kemas dan kenalkan kembali kepada dunia melalui narasi-narasi yang modern, menarik, dan mudah diterima,” ungkapnya.
Siap Jadi Wajah Daerah Sambut Agenda Nasional
Lebih jauh, Maulana menilai ke-11 pasang finalis yang tampil di malam puncak ini adalah simbol kebangkitan generasi muda Kota Jambi yang siap bersaing dan membawa nama daerah tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga hingga ke kancah nasional maupun internasional.
Terkait hal itu, Wali Kota mengungkapkan rencana besar Pemkot Jambi di tahun 2026 ini, di mana Kota Jambi dipercaya menjadi tuan rumah sejumlah agenda berskala nasional. Di antaranya adalah Rapat Kerja Nasional Ikatan Dokter Indonesia serta forum Smart City tingkat nasional yang diselenggarakan oleh kementerian terkait.
Karena itu, kehadiran para duta Bujang Gadis sangat diharapkan dapat menjadi wajah dan identitas daerah yang menyambut tamu-tamu penting yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
“Mereka harus mampu menjelaskan dan mencerahkan para tamu yang datang dengan informasi yang utuh, benar, dan menarik mengenai segala hal tentang Jambi. Mudah-mudahan mereka sukses menjalankan amanah ini dan mampu mengenalkan keindahan serta keunggulan Jambi ke panggung nasional bahkan internasional,” pungkas Maulana. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post