MILAN – Mimpi AC Milan tampil kembali di Liga Champions harus kandas di penghujung musim. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion San Siro pada pekan terakhir Serie A 2025/2026, Rossoneri justru kalah mengejutkan 1–2 dari Cagliari. Hasil ini membuat mereka terlempar ke posisi kelima klasemen akhir dengan 70 poin, dan harus merelakan tiket kompetisi elit Eropa direbut AS Roma dan Como.
Padahal, nasib ada di tangan Milan. Mereka cukup menang atau seri untuk mengamankan tempat di empat besar. Pertandingan berjalan bagus di awal; Alexis Saelemaekers mencetak gol kilat di menit pertama, membuat suporter yakin kemenangan akan didapat. Namun Cagliari tampil berani, menyamakan kedudukan lewat Gennaro Borrelli, lalu membalikkan keadaan lewat tendangan bebas Juan Rodríguez di babak kedua.
Milan berusaha keras menyamakan skor, tapi lini serang yang dihuni Christian Pulisic, Rafael Leao, dan Luka Modric gagal menembus pertahanan rapat lawan. Ketika peluit akhir berbunyi, kekecewaan terlihat jelas di wajah para pemain dan ribuan pendukung yang hadir.
Di laga lain, AS Roma menang 2–0 atas Verona (73 poin) dan Como menang telak 4–1 lawan Cremonese (71 poin). Kedua tim itu lah yang berhak ke Liga Champions. Milan tertinggal satu poin dari Como, dan kini harus puas berlaga di Liga Europa musim depan, ditemani Juventus yang ada di urutan keenam .
Ini hasil yang sangat pahit. Hampir sepanjang musim Milan bertengger di zona aman, namun anjloknya performa di empat laga terakhir menjadi penentu nasib buruk ini. Pelatih Massimiliano Allegri mengakui kegagalan ini adalah tanggung jawabnya.
“Sangat menyakitkan. Kami mulai bagus, tapi kehilangan kendali. Kami gagal di momen paling penting. Ini kesalahan kolektif, saya yang paling bertanggung jawab. Kami mengecewakan semua orang,” ujar Allegri, yang dikabarkan bakal meninggalkan kursi pelatih usai hasil ini.
Kapten Rafael Leao juga tak kuasa menahan kekecewaan.
“Kami berjuang sampai akhir, tapi hasilnya tak berpihak. Kami minta maaf pada pendukung. Musim ini berat, dan kami gagal mencapai tujuan utama,” katanya.
Kini Milan harus menelan pil pahit: absen dari Liga Champions, kehilangan pendapatan besar dari kompetisi itu, dan menghadapi musim perombakan besar-besaran. Bagi klub raksasa dengan 7 trofi Liga Champions, ini adalah salah satu akhir musim terburuk dalam 35 tahun terakhir.








![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post