JAMBI, Aurduri.com – Guna meningkatkan ketertiban dan keamanan lingkungan hingga ke tingkat paling bawah, Pemerintah Kota Jambi secara resmi meluncurkan program CCTV RT. Program ini merupakan bagian dari inisiatif unggulan bernama Kampung Bahagia yang memanfaatkan teknologi digital untuk memantau kondisi wilayah secara lebih efektif.
Peluncuran berlangsung secara khidmat di kawasan Tugu Keris Siginjai pada Jumat malam (26/6/2026). Acara dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) M. Saleh Ridha. Seluruh perangkat kamera ini terhubung secara terpusat ke Jambi City Operation Center (JCOC) di Kantor Wali Kota, sekaligus akan diintegrasikan dengan sistem milik Polresta, Kodim, dan instansi terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa keberadaan CCTV ini bukan sekadar alat pemantau biasa, melainkan wujud nyata dari visi menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang “Bahagia”, salah satunya melalui indikator keamanan dan kenyamanan.
“Kami mendeklarasikan bahwa kini setiap lingkungan RT sudah dilengkapi kamera pengawas yang terhubung langsung ke pusat kendali. Kualitas gambarnya sangat baik, bahkan pada malam hari pun terlihat sejelas siang. Keberadaannya kami umumkan secara terbuka agar masyarakat merasa lebih aman dan potensi kejahatan dapat ditekan sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, sistem ini dirancang agar dapat diakses secara praktis. Petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas nantinya akan diberikan akses khusus melalui gawai untuk melakukan “ronda daring” tanpa harus selalu hadir secara fisik di lokasi.
Sementara itu, Kepala Diskominfo M. Saleh Ridha menyampaikan bahwa program ini dikembangkan secara bertahap dan terstruktur. Hingga saat ini, Kota Jambi telah menempati peringkat keempat secara nasional dari sisi jumlah dan kualitas jaringan pengawas, setelah DKI Jakarta, Semarang, dan Makassar.
“Pada tahap awal, sebanyak 1.086 unit kamera akan dipasang, dengan target akhir lebih dari 2.000 unit. Saat ini, sudah ada 265 titik yang aktif dan terhubung ke 198 wilayah RT. Spesifikasi perangkatnya seragam agar mudah dikelola dan dijaga kualitasnya,” jelasnya.
Mengenai aspek keamanan data dan privasi masyarakat, pemerintah kota menegaskan adanya sistem akses berjenjang yang ketat. Ketua RT hanya dapat melihat tayangan langsung di wilayahnya, sedangkan akses terhadap rekaman disimpan secara terpusat dan dikelola oleh petugas khusus. Jika dibutuhkan untuk keperluan penegakan hukum, rekaman dapat diambil melalui prosedur permohonan resmi.
“Kami pastikan tidak ada penyalahgunaan data. Privasi masyarakat tetap terjaga, sementara manfaatnya tetap terasa untuk keamanan bersama,” tegas Saleh.
Dengan berjalannya program ini, diharapkan Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa dapat semakin kondusif, memberikan rasa aman bagi warga maupun pendatang, serta mewujudkan lingkungan yang nyaman untuk ditinggali. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post