Jambi, Aurduri.com – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan koordinasi lintas sektor bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Konsolidasi Percepatan Penyelenggaraan MBG yang digelar di Kantor Wali Kota Jambi, Rabu.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung Wali Kota Jambi Maulana dan dihadiri Kepala BGN RI Dadan Hindayana, Anggota DPD RI Elviana, Gubernur Jambi Al Haris, Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Wakil Wali Kota Jambi Dizha Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi, serta jajaran pemerintah provinsi dan kota.
Dalam paparannya, Maulana menyebut pelaksanaan Program MBG di Kota Jambi saat ini telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat dari ratusan ribu target sasaran. Untuk mempercepat perluasan layanan, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong percepatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi.
Ia menegaskan, sejumlah dapur MBG yang belum aktif, terutama di wilayah Pelayangan dan Danau Teluk, sedang dipacu agar segera beroperasi sehingga distribusi makanan bergizi bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.
Program MBG di Kota Jambi juga diperluas tidak hanya untuk sekolah formal, tetapi juga pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. Pendataan terus dilakukan agar seluruh penerima manfaat terdata dengan baik dan layanan berjalan merata.
Maulana menekankan bahwa program ini membawa dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Selain meningkatkan kualitas gizi, MBG juga membuka peluang kerja baru, khususnya bagi perempuan usia produktif yang terlibat dalam operasional dapur gizi.
“Program ini bukan hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga membantu menekan pengangguran dan menggerakkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BGN RI Dadan Hindayana menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berperan sebagai koordinator nasional, tetapi juga memberikan dukungan teknis, standar operasional, hingga pendampingan kualitas gizi di daerah.
Menurutnya, setiap SPPG menjadi simpul ekonomi baru karena dana operasionalnya berputar di daerah, mulai dari pembelian bahan pangan lokal, pelibatan tenaga kerja setempat, hingga keterlibatan ahli gizi.
“Program MBG adalah intervensi gizi sekaligus penggerak ekonomi lokal. Ketika dapur aktif, petani, pedagang bahan pangan, relawan, hingga tenaga ahli ikut merasakan dampaknya,” jelas Dadan.
Ia juga menambahkan bahwa sasaran MBG sangat luas, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, pelajar dari usia dini hingga menengah, santri, hingga tenaga pendidik. Karena itu, sinergi pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan program.
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap memperkuat dukungan agar pelaksanaan MBG menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan sulit di akses.
Ia berharap kolaborasi erat antara BGN, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota mampu memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Jambi.
Dengan dukungan teknis dari BGN serta komitmen kuat pemerintah daerah, Kota Jambi optimistis percepatan Program MBG akan terus meningkat, membawa manfaat kesehatan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post