• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Rabu, April 22, 2026
Aurduri
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Opini

Tren Kenaikan Penyakit Menular dan Target Zero Growth 2030 di Provinsi Jambi

by admin
20/04/2026
in Opini
0
PostTweetSendScan

Oleh: Prof. Mukhtar Latif 

A. Pendahuluan

Baca juga

Wagub Sani Ajak Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Umat dalam Tabligh Akbar Pemprov bersama BKMT Provinsi Jambi

Gubernur Al Haris Tegaskan Dukungan Penuh: Program Pertanian di Jambi Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Inosiatif Reformasi Pasar Modal Indonesia Mendapat Pengakuan dalam Asesmen MSCI

Perkuat Nasionalisme di Hari Kartini, Karyawati Honda Sinsen Gelar Woman Ride City Rolling hingga Kunjungan Museum Siginjai

Secara makro, Provinsi Jambi acapkali dipandang sebagai wilayah yang memiliki beban penyakit menular relatif rendah jika disandingkan dengan rata-rata nasional maupun provinsi besar lainnya di Pulau Sumatera seperti Sumatera Utara atau Riau. Data BPS menunjukkan bahwa angka prevalensi penyakit menular di Jambi tidak se-ekstrem wilayah padat penduduk lainnya. Namun, kerendahan angka ini jangan sampai melahirkan sikap abai atau “false sense of security“.

​Realitas di lapangan justru menunjukkan adanya anomali yang menarik: meskipun posisi Jambi secara nasional rendah, tren internal di daerah justru menunjukkan kurva yang menanjak sejak tahun 2024 hingga awal 2026. Kenaikan ini bukan semata-mata menandakan kegagalan sistem kesehatan, melainkan sebuah bentuk keberhasilan deteksi dini. Berkat adopsi teknologi kesehatan yang lebih canggih, seperti alat Tes Cepat Molekuler (TCM) dan sistem surveilans digital yang lebih sensitif, gejala penyakit yang dulunya tersembunyi kini berhasil diidentifikasi secara presisi. Kita tidak lagi “meraba dalam gelap,” melainkan sedang “menyisir dengan cahaya terang” untuk menemukan setiap kasus yang ada.

​B. Konsentrasi Kasus: Fokus Kota Jambi

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi tahun 2025 menegaskan bahwa angka penyakit menular tertinggi, khususnya Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS, terkonsentrasi di Kota Jambi. Sebagai kota transit ekonomi dan transportasi, Kota Jambi memiliki kepadatan penduduk yang mempercepat laju transmisi. Hingga akhir 2025, Kota Jambi menyumbang sekitar 28% dari total beban TBC provinsi dan hampir 35% kasus HIV. Mobilitas penduduk yang tinggi di jalur lintas Sumatera menjadikan titik-titik perkotaan seperti Kota Jambi dan Kabupaten Bungo sebagai daerah dengan risiko paparan paling signifikan.

​C. Tren Kenaikan Penyakit Menular di Provinsi Jambi

Analisis data tahun 2024-2026 menunjukkan kenaikan tahunan (y-on-y) untuk TBC berada di kisaran 12-16%. Peningkatan ini berbanding lurus dengan masifnya program skrining di puskesmas. Sementara itu, HIV/AIDS menunjukkan kenaikan stabil di angka 7%, yang didorong oleh kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan VCT secara sukarela. Untuk DBD, fluktuasi kasus sangat dipengaruhi oleh anomali cuaca di Jambi, di mana daerah seperti Kerinci dan Sungai Penuh mencatat angka kesakitan tertinggi secara proporsional.

​Meskipun secara angka absolut Jambi masih menempati posisi bawah di Sumatera, pola kenaikan ini menuntut kewaspadaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Faisal (2025) dalam studinya mengenai kebijakan kesehatan daerah, keberhasilan mengendalikan penyakit menular sangat bergantung pada kecepatan memutus rantai penularan di tingkat akar rumput (Puskesmas).

​D. Kebijakan Menuju Zero Growth 2030

Pemerintah Provinsi Jambi telah merumuskan peta jalan strategis untuk mencapai Zero Growth atau eliminasi penyakit menular pada tahun 2030. Kebijakan ini bertumpu pada tiga pilar:

  1.  ​Digitalisasi Deteksi: Memperluas jangkauan alat deteksi canggih ke seluruh kabupaten/kota agar tidak terjadi penumpukan rujukan di Kota Jambi.
  2. ​Intervensi Komunitas: Melibatkan kader kesehatan desa untuk melakukan pendampingan pengobatan (PMO) bagi penderita TBC guna mencegah terjadinya resistensi obat.
  3. Optimasi Anggaran: Penguatan alokasi dana melalui APBD yang fokus pada pengadaan reagen dan alat pelindung diri.

​Langkah Jambi menuju eliminasi ini sejalan dengan target nasional. Mulyadi (2024) menekankan bahwa target 2030 bukan hanya angka di atas kertas, melainkan komitmen untuk mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang bebas dari stigma penyakit menular.

​E. Penutup

Tren kenaikan penyakit menular kasus di Jambi saat ini harus dibaca sebagai “fase pembersihan” melalui deteksi dini yang akurat. Dengan menemukan kasus lebih awal menggunakan teknologi, peluang kesembuhan menjadi lebih besar dan risiko penularan dapat ditekan secara drastis. Jika konsistensi kebijakan ini terjaga, target Jambi Bebas TBC dan HIV pada tahun 2030 tentu bukan hanya impian, melainkan keniscayaan yang dapat dicapai melalui kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten kota, akademisi, pihak swasta dan masyarakat.

​Refetensi:

  1.  ​Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi. (2025). Provinsi Jambi Dalam Angka 2025: Indikator Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat. Jambi: BPS.
  2. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. (2025). Laporan Tahunan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Jambi: Dinkes.
  3. ​Faisal, M. (2025). Kebijakan Kesehatan Publik di Sumatera: Tantangan Eliminasi Penyakit Menular. Padang: Penerbit Andalas.
  4. Hidayat, S., & Pratama, A. (2024). Analisis Spasial Sebaran TBC di Wilayah Urban Jambi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Sumatera, 12(1), 45-58.
  5. ​Kementerian Kesehatan RI. (2026). Profil Kesehatan Indonesia 2025: Transformasi Teknologi Kesehatan Nasional. Jakarta: Kemenkes.
  6. ​Mulyadi, R. (2024). Menuju Indonesia Bebas Penyakit Menular 2030. Jakarta: Erlangga Medika.
  7. Nasir, J. (2025). Dinamika HIV/AIDS di Jalur Lintas Sumatera: Studi Kasus Jambi dan Bungo. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 9(2), 112-125.
  8. Sari, K. (2024). Peran Teknologi Digital dalam Surveilans Penyakit Menular di Daerah. Jurnal Inovasi Kesehatan, 5(3), 201-215.
  9. ​Setiawan, B. (2025). Manajemen Puskesmas dalam Penanganan TBC dan DBD di Jambi. Jambi: Pustaka Akademik.
  10. ​Widodo, T. (2026). Evaluasi Target Zero Growth 2030: Perspektif Kebijakan Daerah. Jurnal Kebijakan Publik Nasional, 14(1), 10-25.

Penulis adalah Guru besar UIN ata Jambi

Previous Post

Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional

Next Post

Wagub Sani: APPSI Jambi Pilar Penguat Ekonomi Rakyat dan Pasar Berdaya Saing

Artikel terkait

Opini

Jambi dan Ketahanan Pangan: Dari Ketergantungan Menuju Kekuatan Strategis Sumatera

20/04/2026
Opini

Pengusutan Kasus DAK DIKNAS Jambi sebagai Indikator Independensi: Relasi Pemprov dan Kejaksaan Tanpa Proteksi Institusional

20/04/2026
Opini

Mengejar Asa: Menjadikan Jambi Memiliki Peran Strategis di Sumatera

15/04/2026
Opini

Kebijakan Hilirisasi: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

08/04/2026
Opini

Dari Penataan Menuju Validasi: Menguji Desain Fiskal Daerah

03/04/2026
Opini

Arah Kebijakan Pembangunan Jambi yang Inklusif dan Berkelanjutan: Tinjauan Politik Hukum dan Administrasi Publik

02/04/2026
Next Post

Wagub Sani: APPSI Jambi Pilar Penguat Ekonomi Rakyat dan Pasar Berdaya Saing

Peringati Hari Kartini, Pemkot Jambi dan OJK Gelar Edukasi dan Inklusi Keuangan bagi Perempuan

Sinergi Bagi Negeri: SMK Muhammadiyah Singkut, Siap Cetak Mekanik Profesional

Wali Kota Maulana Serahkan Bantuan Rp162 Juta untuk Korban Kebakaran: Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Si Paling Kuat Mantap! Performa GEAR ULTIMA Tetap Ganas Walau Disiksa dengan RPM Maksimal

Discussion about this post

  • Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]

    PBAK STAI An-Nadwah, Pengenalan Budaya Akademik atau Promosi Organisasi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 11 Pemuda JKS Sangat Menyayangkan Keputusan Maulana: Blue Print dan Cita-cita Kami Jambi Kota Seberang Bias Dianggap Sebelah Mato

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Biografi Ade Chandra: Pemimpin Lokal yang Tegas Berantas Praktik Ilegal di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Triwulan I Tahun 2023, Polda Jambi Selamatkan 404.410 Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lapor Pak Bupati! Puluhan PSK Lokalisasi ‘Pucuk’ Jambi Buka Cafe di Pematang Lumut Betara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Tambang Pemasok PLN Hancurkan Kehidupan Orang Rimba di Batanghari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Tergantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dirut PT MMJ Pengelola Pabrik PT PAL Sidomukti, Tuduhan Tidak Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Muda Jambi: Rikki Arisandi, Dai yang Tumbuh dari Tanah Maro Sebo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecam Aksi Anarkis, DPP Raden Melayu Jambi Desak Penegakan Hukum Tindak Tegas Pelaku Pengerusakan Kantor Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Erlangga Media Digital

Alamat Redaksi: Jl. RA Kartini RT 25 Talang Bakung, Paalmerah, Kota Jambi

CP: 085216010044

email: redaksiaurduri@gmail.com

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial