Jakarta, Aurduri.com – Wali Kota Jambi, Maulana, bersama jajaran Pemerintah Kota Jambi melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Kemenkes RI pada Kamis (23/4/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya strategis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya penanganan kasus Tuberkulosis (TB) di Kota Jambi.
Maulana mengungkapkan, pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap penanganan TB di Jambi, bahkan Wakil Menteri Kesehatan berencana turun langsung ke daerah tersebut.
“Alhamdulillah, kami diterima langsung oleh Pak Wamenkes. Beliau menyampaikan akan turun ke Jambi dalam rangka penanganan TB, dengan proses screening yang diperketat di seluruh rumah yang terdapat penderita,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, langkah konkret yang akan dilakukan antara lain pemeriksaan menyeluruh kepada masyarakat, termasuk penggunaan alat X-ray radiografi portable yang akan didistribusikan ke lapangan.
“Ini menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka Tuberkulosis di Kota Jambi,” tambahnya.
Selain penanganan TB, Pemkot Jambi juga menyampaikan rencana pengembangan fasilitas kesehatan, khususnya di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi dan RSUD H. Abdurrahman Sayoeti Kota Jambi.
Suasana pun tampak cair akibat Maulana dan Benjamin merupakan sahabat sewaktu di Malang ditambah lagi memiliki latar belakang yang sama yaitu didunia kesehatan.
Ia menyebut, pemerintah pusat merespons positif usulan tersebut dan membuka peluang dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan di daerah.
“Pemerintah Kota Jambi siap menjadi pilot project untuk menyukseskan program-program kesehatan dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, berharap program penanganan TB di Kota Jambi dapat berjalan optimal dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Saya akan turun langsung ke Jambi bersama Presiden RI untuk memberikan penghargaan apabila program ini berjalan lancar,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa program penanganan TB kali ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk dari sisi anggaran.
“Selama ini belum ada dukungan operasional seperti sekarang. Kali ini, operasional petugas hingga alat akan ditanggung oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan menurunkan dua kader TB di setiap kelurahan di Kota Jambi guna mempercepat penanganan dan penurunan angka kasus TB.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Forum Kota Jambi Sehat (FKJS) Dr. dr. Nadiyah, Sp.OG., Asisten III Setda Kota Jambi Dr. H. M. Jaelani, S.H., M.H., Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Dr. dr. Elvi Roza, M.Kes., Kepala BPKAD Kota Jambi Poppy Nurul Isnaini, S.STP., M.M., M.Si., Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jambi Ns. Harnita, S.Kep., M.Kep., Direktur RSUD H. Abdul Manap Dr. Anastasia Yekti Heningnurani, MARS., serta Direktur RSUD H. Abdurrahman Sayoeti dr. Ade Delpita, Sp.PK.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini, diharapkan penanganan TB di Kota Jambi dapat berjalan lebih optimal dan menjadi model nasional dalam pengendalian penyakit menular. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post