Jambi, Aurduri.com – Pemerintah Kota Jambi terus menggencarkan gerakan kebersihan dan ketertiban lingkungan melalui program “Bahagia”, sebuah konsep pembangunan kota yang mengedepankan aspek Bersih dan Aman sebagai prioritas utama.
Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan volume sampah, keberadaan TPS dinilai tidak lagi memadai. Karena itu, Pemkot Jambi mendorong sistem baru melalui pengangkutan langsung dari rumah warga serta edukasi pemilahan sampah guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertib, dan bernilai ekonomi.
Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa “Bahagia” bukan sekadar slogan, melainkan akronim dari Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.
“Bahagia itu punya makna dalam. Tahun ini kita fokus menyelesaikan dua hal utama, yaitu Bersih dan Aman,” kata Maulana.
Dalam upaya mewujudkan kota yang bersih, Maulana menekankan pentingnya tanggung jawab setiap individu terhadap sampah yang dihasilkan. Ia mengingatkan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan dapat berdampak luas terhadap lingkungan.
“Setiap orang yang menghasilkan sampah harus bertanggung jawab. Jangan sampai sampah kita mencemari lingkungan dan merugikan orang lain,” tegasnya.
Sebagai solusi, Pemkot Jambi mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis RT melalui program operasional pengangkutan mandiri yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan dukungan armada bentor, layanan ini mampu menjangkau ratusan rumah dalam satu wilayah.
“Satu bentor bisa melayani 300 hingga 400 rumah. Kalau satu RT belum cukup, bisa bergabung dengan RT lain agar lebih efisien,” jelas Maulana.
Ia juga mengungkapkan bahwa penutupan TPS menjadi langkah penting karena kapasitas yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
“Dulu TPS masih cukup, sekarang sudah tidak mampu menampung. Maka kita ubah sistemnya agar lebih modern dan efektif,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Jambi juga mendorong pengembangan bank sampah dan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah yang memiliki nilai ekonomis diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus mengurangi beban pengelolaan.
“Pemulung saja mau mengumpulkan botol karena ada nilainya. Artinya sampah itu punya potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Tak hanya itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian serius. Pemkot Jambi tengah mengembangkan sistem pengawasan berbasis CCTV yang terhubung langsung dengan pusat kendali kota untuk memantau aktivitas selama 24 jam.
“Dengan CCTV yang terintegrasi, kita bisa memantau situasi secara real time. Kalau ada kejadian, bisa langsung diketahui dan ditindaklanjuti,” jelas Maulana. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post