• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Jumat, Mei 15, 2026
Aurduri
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Opini

Transformasi Ekonomi Berbasis Pertanian dalam Meningkatkan Nilai Tambah dan Kesempatan Kerja di Provinsi Jambi

by admin
15/05/2026
in Opini
0
PostTweetSendScan

Oleh: Prof. Dr. Ir. Suandi, M.Si., IPU

Sektor primer yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian Provinsi Jambi karena memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penyerapan tenaga kerja, dan pengurangan kemiskinan masyarakat perdesaan. Struktur ekonomi Provinsi Jambi menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor dominan yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat terutama melalui subsektor perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, dan hortikultura (BPS Provinsi Jambi, 2025). Pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian di Provinsi Jambi memiliki karakteristik inklusif karena sebagian besar masyarakat perdesaan menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Oleh karena itu, peningkatan produksi dan produktivitas pertanian secara langsung akan mempengaruhi tingkat pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian Taufik et al,. (2023) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi memiliki hubungan positif terhadap perluasan kesempatan kerja dan pengurangan ketimpangan pendapatan masyarakat.

Baca juga

Kemiskinan Jambi MENURUN: Optimisme Baru di Tengah Tantangan Ekonomi Daerah

Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram

Fragmentasi Data dalam Narasi Kemiskinan Jambi

Membangun Kepercayaan Publik melalui Penguatan Sistem dan Pelayanan Perbankan Daerah

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik Indonesia (2026), kontribusi sektor pertanian terhadap pembangunan ekonomi daerah pada Kuartal I 2026 sebesar 12,67% terhadap PDB dan menjadi penopang utama ekonomi ketiga terbesar setelah industri pengolahan dan perdagangan. Sektor ini memiliki sumbangan penyerapan tenaga kerja terpenting di wilayah perdesaan yaitu mencapai 29,77% sehingga sektor pertanian di Provinsi Jambi disebut sektor padat karya yang mampu menyediakan kesempatan kerja bagi tenaga kerja dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang terbatas. Hal tersebut menjadikan sektor pertanian sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat perdesaan terutama pada saat terjadi perlambatan ekonomi nasional maupun global. Melalui pendekatan pembangunan ekonomi berkualitas, pemerintah Provinsi Jambi mulai mengarahkan kebijakan pembangunan kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan tata kelola pembangunan daerah, pembangunan infrastruktur dan pengembangan hilirisasi komoditas pertanian. Strategi tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah produk pertanian sehingga ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah melainkan adanya pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal (Haryana, 2025).

Kabupaten Merangin merupakan salah satu daerah di Provinsi Jambi yang memiliki ketergantungan sangat tinggi terhadap sektor pertanian sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Merangin, yaitu lebih dari 50 persen dari total aktivitas ekonomi daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Kabupaten Merangin masih sangat bergantung pada aktivitas pertanian dan perkebunan rakyat (BPS Kabupaten Merangin, 2025). Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang relatif stabil. Pertumbuhan tersebut sebagian besar ditopang oleh peningkatan aktivitas sektor pertanian, terutama subsektor perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, dan tanaman pangan. Penelitian Mainita, Winarni, Susilawati, dan Fajri (2025) menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin dengan tingkat kontribusi yang dominan dibandingkan sektor lainnya. Sektor pertanian, selain berperan terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga berperan sebagai sumber utama lapangan kerja masyarakat. Sebagian besar tenaga kerja di wilayah pedesaan bekerja pada subsektor perkebunan rakyat dan usaha pertanian swadaya. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan produktivitas pertanian akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan tingkat kemiskinan daerah (Mainita et al., 2025).

Investasi pada sektor pertanian Kabupaten Merangin juga menunjukkan kontribusi yang sangat besar terhadap pembangunan ekonomi daerah. Penelitian Suandi dan Delis (2020) menggunakan pendekatan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) menunjukkan bahwa investasi terbesar di Kabupaten Merangin berada pada sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 37,45 persen terhadap total investasi daerah. Besarnya investasi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih dianggap sebagai sektor strategis dalam pembangunan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja masyarakat. Pengembangan ekonomi Kabupaten Merangin saat ini mulai diarahkan pada penguatan hilirisasi pertanian dan pengembangan agroindustri berbasis komoditas unggulan lokal. Pemerintah daerah mulai mendorong pengolahan kopi, industri turunan kelapa sawit, dan pengembangan usaha mikro berbasis hasil pertanian guna meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Selain itu, pembangunan jalan produksi, irigasi, dan konektivitas wilayah menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian dan memperkuat daya saing ekonomi daerah (BPS Provinsi Jambi, 2025).

Selain Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun juga memiliki karakteristik ekonomi yang didominasi sektor primer, terutama subsektor perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat. Sebagian besar masyarakat Sarolangun menggantungkan kehidupan ekonomi pada aktivitas pertanian dan perkebunan sehingga fluktuasi harga komoditas global sangat memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat daerah. Perkebunan kelapa sawit rakyat menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi lokal karena mampu menciptakan pendapatan rumah tangga dan memperluas aktivitas perdagangan serta jasa distribusi daerah (Putri, 2024). Penelitian Putri (2024) menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja, investasi, pengeluaran pemerintah, dan pembangunan infrastruktur memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan ekonomi Kabupaten Sarolangun. Infrastruktur jalan dan konektivitas wilayah menjadi faktor strategis karena menentukan kelancaran distribusi hasil perkebunan dan akses masyarakat terhadap pusat ekonomi dan pasar regional.

Selain pembangunan infrastruktur fisik, transformasi ekonomi Kabupaten Sarolangun juga mulai diarahkan pada peningkatan kualitas SDM pertanian dan pengembangan digitalisasi agribisnis. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran hasil pertanian, akses informasi harga komoditas, serta penguatan kelembagaan petani menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok pertanian dan memperkuat daya saing komoditas lokal di pasar nasional maupun internasional (Kamilaris, Fonts, & Prenafeta-Boldú, 2019). Akselerasi pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui hilirisasi pertanian menjadi strategi penting bagi Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin, dan Kabupaten Sarolangun. Hilirisasi memungkinkan komoditas primer seperti kelapa sawit, kopi, dan karet tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui pengembangan industri pengolahan dan agroindustri daerah. Strategi hilirisasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan (Haryana, 2025).

Secara empiris bahwa sektor pertanian masih menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun. Namun, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, diperlukan transformasi pembangunan melalui peningkatan kualitas SDM, penguatan tata kelola pembangunan, pembangunan infrastruktur, digitalisasi pertanian, dan hilirisasi komoditas unggulan daerah sehingga sektor pertanian dapat menjadi motor transformasi ekonomi regional yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Penulis adalah Tenaga Ahli Gubernur Jambi 2026

email: suandi_pertanian@unja.ac.id

Previous Post

Membangun Kepercayaan Publik melalui Penguatan Sistem dan Pelayanan Perbankan Daerah

Next Post

Fragmentasi Data dalam Narasi Kemiskinan Jambi

Artikel terkait

Opini

Kemiskinan Jambi MENURUN: Optimisme Baru di Tengah Tantangan Ekonomi Daerah

15/05/2026
Opini

Fragmentasi Data dalam Narasi Kemiskinan Jambi

15/05/2026
Opini

Membangun Kepercayaan Publik melalui Penguatan Sistem dan Pelayanan Perbankan Daerah

15/05/2026
Opini

Pendidikan Bukan Ladang Proyek: Catatan Kritis atas Kasus Korupsi DAK di Jambi

05/05/2026
Opini

Menguatkan Tata Kelola untuk Masa Depan Jambi: Memperkuat Fondasi, Menyiapkan Lompatan

04/05/2026
Opini

HAM Tematik: Menata Ulang Pelaporan HAM Daerah

04/05/2026
Next Post

Fragmentasi Data dalam Narasi Kemiskinan Jambi

Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram

Kemiskinan Jambi MENURUN: Optimisme Baru di Tengah Tantangan Ekonomi Daerah

Discussion about this post

  • Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]

    PBAK STAI An-Nadwah, Pengenalan Budaya Akademik atau Promosi Organisasi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 11 Pemuda JKS Sangat Menyayangkan Keputusan Maulana: Blue Print dan Cita-cita Kami Jambi Kota Seberang Bias Dianggap Sebelah Mato

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Biografi Ade Chandra: Pemimpin Lokal yang Tegas Berantas Praktik Ilegal di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Triwulan I Tahun 2023, Polda Jambi Selamatkan 404.410 Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lapor Pak Bupati! Puluhan PSK Lokalisasi ‘Pucuk’ Jambi Buka Cafe di Pematang Lumut Betara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Tambang Pemasok PLN Hancurkan Kehidupan Orang Rimba di Batanghari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Tergantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dirut PT MMJ Pengelola Pabrik PT PAL Sidomukti, Tuduhan Tidak Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Muda Jambi: Rikki Arisandi, Dai yang Tumbuh dari Tanah Maro Sebo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecam Aksi Anarkis, DPP Raden Melayu Jambi Desak Penegakan Hukum Tindak Tegas Pelaku Pengerusakan Kantor Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Erlangga Media Digital

Alamat Redaksi: Jl. RA Kartini RT 25 Talang Bakung, Paalmerah, Kota Jambi

CP: 085216010044

email: redaksiaurduri@gmail.com

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial