Jambi, Aurduri.com – Pemerintah Kota Jambi memastikan pendampingan penuh terhadap Abrina Plesiah, balita berusia empat tahun yang tengah berjuang melawan leukemia dan kini dirawat intensif di ruang ICU RSUD Raden Mattaher, Jambi.
Perhatian tersebut ditunjukkan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang mengunjungi pasien kecil yang akrab disapa Cia itu pada Kamis (5/3/2026). Kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan pasien sekaligus meninjau penanganan medis yang diberikan rumah sakit.
Dalam kunjungan tersebut, Diza didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Elvi Roza, Kepala Dinas Sosial Yunita Indrawati, serta Camat Telanaipura Widdy Frima.
Menurut Diza, kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang tengah menghadapi kondisi kesehatan serius.
“Hari ini kita mengunjungi pasien bernama Cia, anak usia empat tahun yang didiagnosis awal menderita leukemia. Saat ini kondisinya masih bisa berkomunikasi, masih bisa tersenyum, meskipun terlihat cukup lemas,” ujar Diza.
Ia mengatakan pemerintah kota terus berkoordinasi dengan tim medis untuk memantau perkembangan kondisi pasien. Dalam satu hingga dua hari ke depan, pihak dokter akan memberikan informasi lanjutan terkait diagnosis dan penanganan yang diperlukan.
“Setelah berkomunikasi dengan dokter, dalam satu hingga dua hari ini akan ada informasi tambahan mengenai perkembangan kondisi Cia,” katanya.
Diza juga menyampaikan keprihatinan pemerintah kota atas kondisi yang dialami keluarga pasien. Ia memastikan Pemkot Jambi siap memberikan dukungan sesuai kapasitas, termasuk kemungkinan rujukan pengobatan ke rumah sakit di luar daerah jika dibutuhkan.
“Atas nama Pemerintah Kota Jambi kami tentu prihatin. Namun kami akan membantu sesuai kemampuan, termasuk pendampingan apabila nantinya Cia harus dirujuk untuk pengobatan ke Jakarta atau kota lain,” ujarnya.
Pendampingan tersebut, lanjut Diza, akan difasilitasi melalui program layanan kesehatan daerah Jambi Bugar, yang mencakup dukungan proses rujukan hingga kebutuhan keluarga selama masa pengobatan.
Menurutnya, pengobatan leukemia membutuhkan proses panjang dan bertahap sehingga dukungan terhadap pasien dan keluarga menjadi hal penting.
“Proses pengobatan penyakit seperti ini biasanya memerlukan waktu yang panjang. Karena itu pemerintah kota akan memastikan ada pendampingan agar kualitas hidup pasien dan keluarganya tetap terjaga selama proses pengobatan,” jelasnya.
Sementara itu, ayah Abrina, Fernandes Sihombing, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah kota kepada anaknya.
“Saya sebagai masyarakat kecil sangat senang diperhatikan. Pak Wakil Wali Kota juga menyampaikan akan membantu, termasuk kemungkinan anak kami dirujuk berobat ke Jakarta atau Palembang,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, Abrina masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan keluarga masih menunggu keputusan dari pihak rumah sakit terkait rujukan pengobatan lanjutan. “Untuk saat ini kami masih menunggu keputusan dari rumah sakit akan dirujuk ke mana,” katanya.
Pemerintah Kota Jambi juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila menemukan warga yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.
Melalui program prioritas Kartu Bahagia, warga kurang mampu di Kota Jambi difasilitasi untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui kepesertaan BPJS Kesehatan, sehingga diharapkan tidak ada masyarakat yang terhambat memperoleh layanan medis akibat keterbatasan biaya. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post