JAMBI, Aurduri.com – Duka mendalam menyelimuti warga Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, setelah seorang anak laki-laki berusia 7 tahun bernama Rafa, yang kemarin sore hilang terseret arus deras di parit besar kawasan itu, akhirnya ditemukan meninggal dunia pagi ini oleh Tim SAR Gabungan, sekitar pukul 07.19 WIB .
Peristiwa nahas bermula Rabu (20/5) sekitar pukul 16.00 WIB, saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Rafa diketahui sedang bermain hujan bersama teman-temannya di pinggir saluran air yang debit airnya meluap dan arusnya sangat kuat. Diduga terpeleset dan kehilangan keseimbangan, korban jatuh ke dalam parit dan langsung terseret aliran air deras, hingga hilang dari pandangan warga yang ada di lokasi.
Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.30 WIB kemarin dan langsung mengerahkan tim ke lokasi. Namun, karena kondisi gelap, arus air yang makin kencang, serta debit air yang tinggi, pencarian belum membuahkan hasil dan sempat dihentikan sementara. Operasi pencarian dilanjutkan kembali pagi ini sejak pukul 05.30 WIB dengan menyisir sepanjang aliran parit sejauh lebih dari 2,5 kilometer, hingga akhirnya jasad Rafa ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, berjarak sekitar 2,5 kilometer dari lokasi kejadian awal.
“Tim langsung mengevakuasi jenazah dan menyerahkan ke keluarga. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini,” ujar Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi Mulyawan .
Lutfi juga mengimbau warga, terutama orang tua, untuk sangat berhati-hati dan selalu mengawasi anak-anak, khususnya saat hujan atau berada di dekat saluran air yang meluap. Ia menyoroti kondisi lokasi kejadian, di mana parit cukup dalam, berarus deras, dan sama sekali tidak memiliki pagar pengaman, padahal melintasi kawasan padat penduduk.
“Ini sangat berbahaya. Kami berharap pemerintah kota segera memasang pembatas dan melakukan perbaikan saluran air demi keselamatan warga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegasnya .
Hal senada juga disampaikan perwakilan warga setempat yang menyatakan kekhawatiran mereka sudah disampaikan berkali-kali namun belum ada tindakan nyata.
“Kami sangat sedih. Parit ini besar dan berbahaya, tapi tidak ada pengaman sama sekali. Kami sudah lapor ke kelurahan, tapi belum ada perubahan. Mohon perhatian serius, jangan sampai ada anak lain yang jadi korban lagi,” ungkap salah satu tokoh warga.
Pihak keluarga telah menerima jenazah dan mengucapkan terima kasih atas bantuan warga serta tim penolong yang telah berjuang mencari korban. Musibah ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak dan perlunya fasilitas keamanan yang memadai di lingkungan pemukiman. (*/)











![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post