Jambi, Aurduri.com – Menjelang pelaksanaan Healthy Cities Summit (HCS) 2026, Pemerintah Kota Jambi mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas utama.
Berdasarkan proyeksi, volume sampah di Kota Jambi diperkirakan dapat mencapai 800 ton per hari dalam beberapa tahun ke depan, seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi.
Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur, mulai dari hulu hingga hilir.
“Secara bertahap kita selesaikan. Fokus utama adalah pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga,” ujar Maulana, Senin (13/04/2026).
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penguatan program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) melalui skema Kampung Bahagia. Dalam program ini, sampah diangkut langsung dari rumah ke rumah menggunakan armada bentor.
Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga akan membangun transfer depo di setiap kecamatan dalam waktu dekat.
“Dalam dua bulan ke depan, kita targetkan pembangunan transfer depo di setiap kecamatan, lengkap dengan fasilitas pemilahan dan pengelolaan sederhana,” jelasnya.
Transfer depo tersebut akan menjadi titik pengumpulan sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga diharapkan tidak ada lagi penumpukan sampah liar di lingkungan masyarakat.
Di sisi lain, Pemkot Jambi juga mengoptimalkan keberadaan TPS 3R milik swasta yang telah beroperasi, sekaligus memperkuat peran pemerintah dalam sistem pengelolaan sampah terpadu.
Dalam jangka panjang, Kota Jambi tengah menyiapkan sistem pengolahan sampah modern melalui kerja sama dengan pihak swasta, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).
Namun, karena proyek tersebut diperkirakan baru akan beroperasi dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah mengambil langkah alternatif agar penanganan sampah tetap berjalan optimal.
“Kalau kita menunggu tiga tahun, sampah akan menumpuk. Karena itu, kita jalankan dua sistem sekaligus agar persoalan ini bisa segera teratasi,” tegasnya.
Untuk memperkuat sistem tersebut, Pemkot Jambi juga menjalin kerja sama regional dengan sejumlah kabupaten di sekitar, seperti Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal kota, tetapi kawasan. Kita harus bekerja sama agar pengelolaan sampah lebih efektif,” tutup Maulana. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post