Menjelang Hari Raya Idul Adha, pemilihan hewan kurban menjadi hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan dengan cermat. Selain sebagai bentuk ibadah, hewan yang dipilih harus memenuhi ketentuan syariat serta memiliki kondisi fisik yang sehat dan berkualitas. Berikut adalah panduan lengkap yang dapat dijadikan acuan bagi masyarakat dalam menentukan hewan kurban yang tepat dan sah menurut agama.
Dari sisi syariat Islam, ada dua syarat utama yang wajib dipenuhi agar ibadah kurban sah. Pertama adalah ketentuan usia hewan. Untuk kambing atau domba, hewan minimal harus berusia satu tahun atau sudah masuk tahun kedua kehidupannya. Sementara untuk sapi dan kerbau, batas minimal usianya adalah dua tahun atau sudah masuk tahun ketiga. Sedangkan untuk unta, hewan tersebut harus berusia minimal lima tahun. Memilih hewan yang belum cukup umur akan membuat kurbannya tidak sah secara hukum agama.
Syarat kedua adalah bebas dari cacat yang dapat mengurangi nilai atau kualitas hewan. Hewan kurban tidak boleh dalam keadaan buta, baik sebelah maupun keduanya, pincang parah, sakit berat, atau terlihat sangat kurus dan lemah. Selain itu, hewan yang giginya banyak tanggal, tanduknya patah, atau telinganya terpotong sebagian besar juga tidak diperbolehkan. Meski cacat ringan seperti rambut yang sedikit hilang atau tanduk yang sedikit retak masih diperbolehkan, namun umat disarankan untuk tetap memilih hewan yang paling sempurna kondisinya sebagai bentuk ketulusan beribadah.
Selain memenuhi syarat agama, masyarakat juga disarankan mengecek kesehatan dan kualitas fisik hewan secara teliti. Tanda hewan yang sehat dan bernilai baik dapat dilihat dari bentuk badannya yang berisi dan berotot, dengan kulit yang kencang serta daging yang terasa tebal saat diraba. Hindari memilih hewan yang tulangnya sangat menonjol atau perutnya terlihat kempes. Hewan yang sehat biasanya juga terlihat lincah dan berdiri dengan tegak.
Kondisi kulit dan bulu juga menjadi indikator penting. Hewan yang sehat memiliki bulu yang halus, berkilau, dan tidak rontok berlebihan, serta kulit yang bersih dari luka atau koreng. Dari bagian kepala, perhatikan mata yang harus bening dan bersinar, serta hidung yang basah segar tanpa keluar lendir atau cairan kental. Pengecekan mulut dan gigi juga disarankan, tidak hanya untuk memastikan usia, tetapi juga menjamin hewan bisa makan dengan baik, ditandai dengan gusi dan lidah yang berwarna merah sehat. Terakhir, pastikan kaki hewan kokoh, lurus, dan kuat menopang berat badannya, serta kuku yang bersih dan tidak rusak parah.
Sebagai tambahan, disarankan untuk membeli hewan kurban dari penjual atau peternakan yang terpercaya dan terbukti jujur dalam menjelaskan usia serta asal-usul hewan. Pastikan pula hewan tidak berasal dari daerah yang sedang mengalami wabah penyakit hewan menular. Yang terpenting, pilihlah hewan terbaik sesuai dengan kemampuan dan anggaran yang dimiliki, karena nilai ibadah terletak pada ketulusan hati, asalkan hewan tersebut sudah memenuhi syarat sah dan sehat.











![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post