Jambi, Aurduri.com – Tumpukan sampah yang selama ini mengganggu aktivitas warga di kawasan Orang Kaya Hitam (OKH), Kecamatan Pasar, akhirnya mulai dibersihkan. Jumat (15/5) pagi, Wali Kota Jambi Maulana turun langsung meninjau penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan tersebut bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, serta OPD terkait.
Lokasi TPS yang berada di dekat Pasar Buah itu selama ini menjadi sorotan masyarakat karena kondisi lingkungan yang dinilai kumuh, menimbulkan bau tidak sedap, hingga mengganggu kawasan ekonomi di sekitarnya. Pemerintah Kota Jambi pun mulai menerapkan pola baru pengelolaan sampah dengan sistem jemput langsung dari rumah warga melalui program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
“Selama ini sampah berserakan di situ, kotor, dan menimbulkan bau. Sekarang TPS kita tutup karena pengangkutan sampah sudah dilakukan langsung dari rumah-rumah warga,” kata Maulana.
Menurutnya, sistem OPBM membuat masyarakat tidak lagi bergantung pada TPS terbuka. Di setiap wilayah mulai disiapkan armada bentor sampah lengkap dengan operator dan koordinator lapangan yang bertugas mengambil sampah rumah tangga secara rutin.
Usai meninjau kawasan OKH, Maulana melanjutkan pemantauan ke TPS di RT 06 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung. Di lokasi itu, pemerintah juga mulai menghentikan aktivitas pembuangan sampah terbuka karena sistem pengangkutan berbasis lingkungan masyarakat sudah berjalan.
Ia menilai pola lama dengan keberadaan TPS di pinggir jalan tidak lagi efektif, terutama di kawasan padat aktivitas dan jalan protokol. Selain mengganggu estetika kota, kondisi tersebut juga memicu persoalan kesehatan dan lingkungan.
“Kalau sistem pengambilan sampah dari rumah sudah berjalan, maka tidak perlu lagi ada TPS. Ini yang sedang kita dorong bertahap di seluruh kecamatan,” ujarnya.
Maulana mengatakan program OPBM bukan hanya fokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga mulai diarahkan pada pengelolaan sampah berbasis ekonomi. Nantinya warga akan didorong memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
Sampah plastik dan limbah rumah tangga bernilai jual akan dikumpulkan operator bentor dan dicatat sebagai tabungan sampah. Di depo pengumpulan, sampah akan ditimbang menggunakan sistem aplikasi sehingga hasilnya bisa terdata secara langsung.
Menurut Maulana, konsep tersebut diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Tidak lagi sekadar limbah rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu operasional pengelolaan sampah di lingkungan warga.
Saat ini Pemerintah Kota Jambi mencatat terdapat sekitar 200 TPS resmi dan lebih dari 300 TPS liar yang tersebar di berbagai wilayah. Penutupan dilakukan bertahap menyesuaikan kesiapan armada bentor di masing-masing kecamatan.
“Kalau armadanya sudah siap semua, penutupan TPS akan dilakukan lebih luas. Targetnya, masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan karena sampah langsung diambil dari rumah,” katanya.
Bekas lokasi TPS yang telah ditutup nantinya juga akan ditata ulang agar tidak kembali menjadi titik pembuangan liar. Di kawasan OKH misalnya, pemerintah berencana mengubah area tersebut menjadi ruang hijau dan taman lingkungan agar lebih nyaman bagi masyarakat sekitar. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post