JAMBI, Aurduri.com – Sebanyak 8 siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan medis, setelah diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah, Rabu 20 Mei pagi. Kejadian ini kembali menyoroti aspek keamanan dan higiene pangan dalam pelaksanaan program unggulan pemerintah tersebut di wilayah Provinsi Jambi.
Peristiwa bermula saat makanan berupa nasi, lauk, dan sayuran dibagikan kepada para siswa sekitar pukul 10.30 WIB. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 11.30 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan rasa tidak nyaman di perut, mual, pusing, hingga ada yang mengalami muntah-muntah dan sesak napas. Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan orang tua dan merujuk mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan MBG Provinsi Jambi, Johansyah, membenarkan adanya insiden tersebut dan langsung menurunkan tim gabungan bersama perwakilan Badan Gizi Nasional serta koordinator wilayah Kota Jambi ke lokasi untuk melakukan investigasi menyeluruh.
“Kami sedang dalami penyebab pastinya. Sampel makanan sisa, bahan baku, dan proses pengolahan di dapur penyedia sudah kami amankan untuk diperiksa di laboratorium BPOM. Dugaan awal ada informasi sebagian siswa sempat mengonsumsi makanan lain sebelum jam makan siang, tapi hal ini masih kami cek kebenarannya dan belum bisa dijadikan kesimpulan utama,” jelas Johansyah.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Jambi, dr. Anton Trihartono, menyatakan seluruh pasien dalam kondisi stabil dan sedang menjalani observasi intensif.
“Gejala yang muncul seragam: mual, nyeri lambung, hingga sesak ringan. Alhamdulillah belum ada indikasi kondisi kritis, kami berupaya memulihkan mereka secepat mungkin,” ujarnya.
Ini bukan kali pertama masalah terkait MBG terjadi di Jambi. Sebelumnya pada Januari 2026, kasus serupa tercatat di Kabupaten Muaro Jambi, di mana lebih dari 150 siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengalami keracunan massal usai menyantap menu soto, yang kemudian menyebabkan penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola dan pengusutan hukum. (*)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post