Jambi, Aurduri.com – DPRD Kota Jambi menyoroti kembali gangguan layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi yang belakangan memicu keluhan luas di tengah masyarakat.
Kali ini, aduan datang dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi yang mengaku aktivitas keuangannya terganggu karena sistem digital bank belum sepenuhnya pulih.
Sejumlah ASN menyampaikan kesulitan melakukan transaksi penting, mulai dari transfer, pembayaran tagihan, hingga pencairan gaji. Kondisi tersebut memaksa mereka mendatangi kantor cabang untuk bertransaksi secara langsung, sehingga antrean panjang tak terhindarkan.
Bahkan, beberapa pegawai terpaksa meninggalkan tugas kantor demi menyelesaikan urusan perbankan.
Keluhan itu kemudian disampaikan secara resmi melalui surat kepada DPRD Kota Jambi. Para nasabah berharap lembaga legislatif daerah dapat mendorong langkah konkret dari manajemen Bank Jambi agar gangguan layanan tidak terus berulang, terutama pada momentum krusial seperti pencairan gaji ASN.
Menanggapi aduan tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, meminta manajemen Bank Jambi segera mengambil tindakan nyata dan terukur. Ia menekankan bahwa pemulihan sistem harus menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan publik terhadap bank daerah.
“Kami meminta pihak bank berkoordinasi intensif dengan seluruh regulator, khususnya Bank Indonesia, guna mempercepat pemulihan operasional ATM sehingga kenyamanan transaksi nasabah kembali terjaga,” tegasnya.
Selain percepatan teknis, DPRD juga menyoroti pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat.
Penjelasan yang terbuka dan berkala dinilai penting agar nasabah mengetahui perkembangan situasi serta tidak terjebak dalam ketidakpastian yang berlarut-larut.
Sebagai langkah jangka pendek, DPRD mendorong Bank Jambi menambah jumlah teller di kantor cabang dan membuka layanan jemput bola di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurai antrean, khususnya saat pencairan gaji ASN yang melibatkan jumlah nasabah cukup besar dalam waktu bersamaan.
Diketahui, gangguan layanan ini bukan kali pertama terjadi. Pada 22 Februari 2026, sistem ATM dan mobile banking Bank Jambi sempat terganggu akibat dugaan serangan siber.
Terbaru, Selasa (3/3/2026), gangguan kembali terjadi dan memicu keluhan luas. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu pemulihan sistem secara menyeluruh agar layanan perbankan kembali normal dan stabil. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post