Jambi, Aurduri.com – Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu ditunjukkan melalui penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) periode Februari–Maret 2026 yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, Rabu (11/3/2026), di Kantor Camat Alam Barajo.
Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras Bulog dan 4 liter minyak goreng kemasan “Minyak Kita”. Penyaluran bantuan ini bahkan menjadi yang pertama dan tercepat secara nasional.
Secara keseluruhan, bantuan pangan yang disalurkan mencapai 50.213 Keluarga Penerima Bantuan (KPB). Jumlah itu setara dengan distribusi 1.004.260 kilogram beras dan 200.852 liter minyak goreng kepada masyarakat Kota Jambi.
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa program bantuan pangan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Fitri. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Sebagai kebutuhan dasar manusia yang sangat vital, ketersediaan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Tanpa kecukupan pangan yang berkualitas dan terjangkau, seluruh aspek kehidupan seperti kesehatan, pendidikan hingga produktivitas ekonomi dapat terganggu,” tegas Maulana.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan seluruh jajaran terkait agar proses penyaluran bantuan dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kecamatan Alam Barajo menjadi wilayah pertama yang memulai penyaluran bantuan tersebut.
“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar pembagian bantuan ini dilakukan sebelum Idul Fitri. Alhamdulillah, Alam Barajo menjadi yang pertama,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Jambi menargetkan sekitar 20 persen masyarakat penerima bantuan tidak perlu lagi membeli beras dan minyak goreng menjelang Lebaran.
“Artinya masyarakat bisa mengalihkan pengeluaran tersebut untuk kebutuhan lain,” jelas Maulana.
Tak hanya itu, selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, Pemkot Jambi juga telah menyalurkan berbagai bantuan sosial lainnya melalui Baznas dan program Corporate Social Responsibility (CSR). Secara keseluruhan tercatat sekitar 80 ribu paket sembako telah dibagikan kepada masyarakat.
Jika digabungkan dengan bantuan pangan pemerintah, total bantuan yang tersalurkan mencapai sekitar 130 ribu paket sembako. Dengan jumlah tersebut, lebih dari 50 persen warga Kota Jambi diperkirakan tidak perlu lagi membeli beras untuk kebutuhan Idul Fitri.
“Jika dihitung, sekitar 55 persen masyarakat Kota Jambi tidak perlu lagi membeli beras menjelang Lebaran,” kata Maulana.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan seluruh camat dan lurah untuk tetap berada di wilayahnya masing-masing menjelang Hari Raya Idul Fitri guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Camat wajib standby di wilayahnya, dilarang mematikan HP dan meninggalkan wilayah jauh-jauh mulai H-3 Idul Fitri,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Perum Bulog Wilayah Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihudin, mengungkapkan bahwa Provinsi Jambi menjadi daerah dengan penyaluran bantuan pangan tercepat di tingkat nasional.
Berdasarkan data dashboard penyaluran bantuan pangan nasional, Jambi menempati peringkat pertama dengan persentase penyaluran sekitar 2 persen, disusul Bali sebesar 0,9 persen dan Jawa Timur sebesar 0,2 persen.
“Artinya Jambi menjadi yang tercepat dalam penyaluran bantuan pangan nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, percepatan distribusi bantuan pangan sangat penting untuk membantu masyarakat sekaligus menstabilkan harga bahan pokok di pasar.
“Dengan bantuan beras 20 kilogram dan minyak 4 liter, setidaknya selama dua minggu masyarakat tidak perlu membeli beras dan minyak di pasar. Hal ini secara langsung membantu menstabilkan harga pangan,” jelasnya.
Ia juga memastikan stok pangan Bulog dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
“Saat ini tersedia sekitar 8.000 ton beras dan sekitar 700 ton minyak goreng yang terus disalurkan ke pasar-pasar untuk menjaga stabilitas harga,” pungkasnya.
Program bantuan pangan ini merupakan hasil sinergi antara Badan Pangan Nasional, Bulog, Badan Pusat Statistik, serta Kementerian Sosial dalam memastikan data penerima bantuan akurat dan tepat sasaran.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat, mengendalikan inflasi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Jambi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Penyerahan bantuan ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Jambi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Ketua RT, serta masyarakat penerima bantuan yang hadir langsung di lokasi kegiatan. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post