• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Selasa, Oktober 27, 2026
Aurduri
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Opini

Kepemimpinan Pendidikan Islam Era Digital: Amanah Membangun Peradaban

by admin
27 Juli 2026
in Opini
0
PostTweetSendScan

Oleh: Dr. Hairul Fauzi, S.Pd.I., M.Pd.

Transformasi digital, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), dan globalisasi telah mengubah secara mendasar cara dunia pendidikan berjalan. Sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi berlomba-lomba memperbarui kurikulum, memperkuat infrastruktur teknologi, serta meningkatkan standar mutu pendidikan. Namun, di balik semua perubahan tersebut, terdapat satu faktor yang tetap menjadi penentu utama keberhasilan sebuah lembaga pendidikan, yaitu kualitas kepemimpinan. UNESCO Global Education Monitoring (GEM) Report 2024/2025 menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan mutu pendidikan, setelah kualitas pembelajaran.

Baca juga

Armada Patroli Minim, DPRD Kota Jambi Khawatir Mobilitas Satpol PP Jambi Terganggu saat Respons Laporan Warga

DPRD Jambi Soroti Gizi Siswa Miskin: Jangan Cuma Edukasi, Beri Bantuan Makanan Bergizi

Maulana Bagikan Praktik Kampung Bahagia, Tekankan Partisipasi dan Gotong Royong dalam Pembangunan

Jelang Healthy Cities Summit 2026, Pemkot Jambi Bekali 500 Lebih LO untuk Sukseskan Penyelenggaraan

Bagi lembaga pendidikan Islam, tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas mengikuti perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Yang tidak kalah penting adalah menjaga identitas dan nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus modernisasi. Oleh karena itu, kepemimpinan dalam pendidikan Islam tidak boleh dipahami semata-mata sebagai jabatan atau fungsi manajerial, melainkan sebagai amanah untuk membimbing, membina, dan membentuk generasi masa depan melalui pendidikan.

Kepemimpinan Tidak Boleh Terjebak pada Administrasi

Dalam praktiknya, masih banyak pemimpin lembaga pendidikan yang mengukur keberhasilan dari kemampuan menyelesaikan urusan administrasi, memperoleh akreditasi, atau memenuhi indikator kinerja institusi. Meskipun aspek-aspek tersebut merupakan bagian penting dari tata kelola yang baik, kepemimpinan yang hanya berorientasi pada administrasi cenderung menghasilkan organisasi yang tertib secara prosedural, tetapi miskin inovasi dan kurang mampu menciptakan perubahan yang bermakna.

UNESCO menunjukkan bahwa para kepala sekolah di banyak negara masih menghabiskan sebagian besar waktunya untuk pekerjaan administratif dibandingkan dengan memimpin proses pembelajaran. Akibatnya, kesempatan untuk membina guru, membangun budaya belajar yang kuat, dan meningkatkan hasil belajar peserta didik menjadi berkurang. Realitas ini juga tampak pada banyak madrasah dan perguruan tinggi Islam yang masih dibebani berbagai urusan administratif sehingga energi kepemimpinan terserap pada rutinitas birokrasi, bukan pada peningkatan kualitas pendidikan.

Integritas dan Budaya Akademik sebagai Fondasi

Dalam perspektif Islam, kepemimpinan bukan sekadar persoalan kewenangan, melainkan juga tanggung jawab moral. Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa seseorang tidak layak memimpin orang lain sebelum mampu memimpin dirinya sendiri. Dengan demikian, legitimasi kepemimpinan tidak hanya berasal dari jabatan formal, tetapi juga dari integritas, keteladanan, dan komitmen dalam menjalankan amanah.

Pandangan tersebut sejalan dengan konsep ‘asabiyyah yang dikemukakan oleh Ibn Khaldun, yaitu semangat persatuan dan solidaritas sosial yang menjadi fondasi lahirnya institusi yang kuat. Dalam dunia pendidikan, ‘asabiyyah diwujudkan melalui budaya akademik yang sehat, ditandai dengan kolaborasi, saling percaya, penghargaan terhadap gagasan, serta komitmen bersama terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Lembaga pendidikan yang memiliki budaya belajar dan riset yang kuat cenderung lebih adaptif terhadap perubahan dibandingkan lembaga yang hanya mengandalkan aturan dan prosedur formal.

Transformasi Berbasis Nilai

Tantangan zaman menuntut lembaga pendidikan Islam untuk terus melakukan transformasi. Namun, transformasi tidak boleh dipahami semata-mata sebagai digitalisasi atau modernisasi tata kelola. Transformasi harus tetap berpijak pada nilai-nilai Islam sebagai ruh pendidikan.

Syed Muhammad Naquib al-Attas menyatakan bahwa krisis terbesar dalam pendidikan modern adalah hilangnya adab. Adab merupakan pemahaman yang benar mengenai hakikat ilmu dan tujuan pendidikan. Ketika adab hilang, manusia kehilangan orientasi terhadap makna sejati dari proses belajar. Oleh sebab itu, para pemimpin lembaga pendidikan Islam perlu memadukan profesionalisme modern dengan nilai-nilai Islam seperti amanah, kejujuran (ṣidq), keadilan (‘adl), dan keteladanan (uswah hasanah). Dengan demikian, kemajuan teknologi benar-benar menjadi sarana untuk memanusiakan manusia, bukan sekadar mempercepat proses birokrasi.

Kepemimpinan sebagai Amanah Peradaban

Masa depan pendidikan Islam sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki lembaga-lembaga pendidikannya. Pemimpin yang efektif bukan hanya mampu memastikan organisasi berjalan secara efisien, tetapi juga memiliki visi yang menginspirasi perubahan. Mereka membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong seluruh warga lembaga untuk terus berkembang, sekaligus menjaga nilai-nilai Islam tetap hidup dan relevan di tengah dinamika global.

Berbagai penelitian internasional terbaru menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berorientasi pada pembelajaran mampu meningkatkan profesionalisme guru, memperkuat kapasitas organisasi dalam belajar, serta menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Temuan tersebut menegaskan bahwa investasi terbesar dalam dunia pendidikan bukan hanya pembangunan gedung atau penyediaan teknologi, melainkan juga pengembangan pemimpin pendidikan yang kompeten, visioner, dan berintegritas.

Pada akhirnya, kepemimpinan dalam pendidikan Islam tidak boleh dipandang sekadar sebagai simbol kekuasaan atau jabatan struktural. Kepemimpinan adalah amanah peradaban. Para pemimpin lembaga pendidikan hari ini sedang mempersiapkan generasi yang akan menentukan masa depan umat, bangsa, dan dunia. Karena itu, membangun kepemimpinan yang visioner, berintegritas, profesional, serta berlandaskan nilai-nilai Islam bukan lagi sebuah pilihan yang dapat ditunda, melainkan sebuah kebutuhan yang harus diwujudkan sekarang juga.

Penulis merupakan Dosen Universitas Islam An Nadwah Kuala Tungkal

Previous Post

Lima Perguruan Tinggi Diajak Pecahkan Masalah Kota Jambi Lewat Riset dan Inovasi

Next Post

Wali Kota Maulana Kenalkan Transformasi Tata Kelola Sampah Berbasis OPBM di Forum UCLG ASPAC

Artikel terkait

Opini

Membedah Data secara Objektif: Klarifikasi Temuan Keuangan Daerah sebagai Wujud Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah Provinsi Jambi

14 Juli 2026
Opini

Cacat Logika di Balik Narasi Rp1,5 Triliun Uang Rakyat Jambi Raib

14 Juli 2026
Opini

Ad Hominem dan Krisis Rasionalitas Ruang Publik

30 Juni 2026
Opini

Belajar dari Umar bin Khattab: Jangan Jadikan Masa Lalu sebagai Vonis Seumur Hidup “Refleksi Hukum Islam atas Polemik Hj. Ernawati”

29 Juni 2026
Opini

Hak Publik Mengingat, Bukan Menghukum Tanpa Akhir

28 Juni 2026
Opini

Tanggapan Berita yang Dibuat Iskandar Cs

24 Juni 2026
Next Post

Wali Kota Maulana Kenalkan Transformasi Tata Kelola Sampah Berbasis OPBM di Forum UCLG ASPAC

Ketua DPRD Kota Jambi Soroti Aset Tak Produktif, Dorong Optimalisasi untuk Dongkrak PAD

Pemkot Jambi Matangkan Pengelolaan Sampah, Teknologi Energi Terbarukan hingga Skema Iuran Jadi Sorotan

Roro Nully Kurniasih: Orang Tua dan Sekolah Ambil Peran Cegah Munculnya Geng Motor

Oknum Satpol PP Terseret Kasus Narkoba, Kemas Faried: Pemkot Jambi Segera Audit Internal

Discussion about this post

  • Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]

    PBAK STAI An-Nadwah, Pengenalan Budaya Akademik atau Promosi Organisasi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 11 Pemuda JKS Sangat Menyayangkan Keputusan Maulana: Blue Print dan Cita-cita Kami Jambi Kota Seberang Bias Dianggap Sebelah Mato

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Triwulan I Tahun 2023, Polda Jambi Selamatkan 404.410 Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Biografi Ade Chandra: Pemimpin Lokal yang Tegas Berantas Praktik Ilegal di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lapor Pak Bupati! Puluhan PSK Lokalisasi ‘Pucuk’ Jambi Buka Cafe di Pematang Lumut Betara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Tambang Pemasok PLN Hancurkan Kehidupan Orang Rimba di Batanghari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Tergantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dirut PT MMJ Pengelola Pabrik PT PAL Sidomukti, Tuduhan Tidak Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Muda Jambi: Rikki Arisandi, Dai yang Tumbuh dari Tanah Maro Sebo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecam Aksi Anarkis, DPP Raden Melayu Jambi Desak Penegakan Hukum Tindak Tegas Pelaku Pengerusakan Kantor Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Erlangga Media Digital

Alamat Redaksi: Jl. RA Kartini RT 25 Talang Bakung, Paalmerah, Kota Jambi

CP: 085216010044

email: redaksiaurduri@gmail.com

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial