Jambi, Aurduri.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jambi menggelar aksi damai di depan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi, Rabu (15/4/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas cover majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang menampilkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan massa mengenakan atribut khas Partai NasDem, membawa spanduk dan bendera partai. Sejumlah tulisan dalam spanduk tampak mencolok, di antaranya bertuliskan “Kami Hadir Untuk Menjaga Etika, Bukan Untuk Menekan Pers” dan “Tempo Cari Tahu, Jangan Sok Tahu!”. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jambi Dr. H Syarif Fasha, ME melalui Sekertaris wilayah Budimansyah menyampaikan bahwa pihaknya tidak menolak kritik terhadap partai maupun figur publik, termasuk terhadap Surya Paloh. Namun kamimenilai cara penyampaian yang dilakukan melalui visualisasi cover majalah tersebut telah melampaui batas etika jurnalistik.
“Kami tegaskan, kami tidak anti kritik, kami tidak anti pers. Tapi kami menolak pemberitaan yang tidak berimbang, tidak akurat, dan cenderung menggiring opini publik. Media harus tetap menjaga etika jurnalistik, menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan verifikasi,” ujar Sy Fasha saat di hubungi Jurnalis.
Ia juga menambahkan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral kepada publik.
“Jangan sampai kebebasan pers disalahgunakan menjadi alat framing yang menyesatkan. Pers adalah pilar demokrasi, bukan alat untuk membentuk opini yang bias tanpa dasar yang jelas,” lanjutnya.
DPW NasDem Jambi menilai visualisasi cover majalah tersebut tidak proporsional dan berpotensi merendahkan figur Surya Paloh. Selain itu, konten lanjutan seperti podcast yang menyertai pemberitaan disebut memuat informasi yang dinilai tidak berbasis pada sumber yang kredibel dan terverifikasi.

Sekretaris Budimansyah, menegaskan bahwa pihaknya tetap menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak bersifat absolut.
“Kebebasan pers bukan berarti bebas tanpa batas. Ada etika dan tanggung jawab yang harus dijaga agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan dan tetap berpijak pada fakta,” ujarnya.
Lebih lanjut, DPW NasDem Jambi menilai ilustrasi dalam cover tersebut berpotensi membentuk persepsi publik yang bias dan tidak mencerminkan fungsi media sebagai kontrol sosial yang sehat dan objektif.
Sebagai langkah lanjutan, DPW NasDem Jambi menyatakan dukungannya terhadap upaya pelaporan kepada Dewan Pers. Selain itu, mereka juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Surya Paloh.
Aksi damai tersebut diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap kepada perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jambi. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan persoalan melalui mekanisme konstitusional serta jalur yang diatur dalam sistem pers nasional. (*)







![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post