Jambi, Aurduri.com – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penataan sistem pengelolaan sampah di Kota Jambi melalui program berbasis masyarakat. Salah satu langkah strategis yang ditargetkan adalah penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) secara bertahap.
Melalui skema pengangkutan sampah di tingkat RT menggunakan armada bentor, pemerintah mendorong keterlibatan aktif warga sekaligus menekan biaya operasional.
Selain itu, program ini juga diarahkan pada penguatan budaya memilah sampah agar memiliki nilai ekonomi dan mendukung pembiayaan layanan kebersihan.
Maulana menyampaikan bahwa hingga pertengahan tahun ini, pemerintah menargetkan minimal separuh TPS di Kota Jambi dapat ditutup sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah.
“Target kita pertengahan tahun ini, minimal separuh TPS sudah ditutup. Ini bagian dari perubahan sistem agar pengelolaan sampah lebih tertib dan terintegrasi,” ujarnya, Jumat (01/05/26) saat menghadiri kegitan Penutupan Secara Permanen Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Simpang Royal Kecamatan Jelutung.
Menurutnya, sistem baru yang diterapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui pengelolaan sampah di tingkat RT dengan dukungan armada pengangkut seperti gerobak motor (bentor).
Dengan sistem ini, warga cukup membayar iuran ringan untuk layanan pengangkutan sampah langsung dari rumah.
“Iurannya sangat terjangkau, sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per bulan. Artinya, biaya buang sampah hanya sekitar Rp300 per hari, jauh lebih efisien dibandingkan harus mengantar sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maulana menekankan bahwa tahap selanjutnya dari program ini adalah edukasi pemilahan sampah. Sampah bernilai ekonomis seperti botol plastik akan dikumpulkan dan dijual untuk membantu pembiayaan operasional.
“Kalau sampah sudah dipilah, terutama plastik dan botol, itu ada nilainya. Hasilnya bisa digunakan untuk membiayai operasional, bahkan bisa membuat layanan menjadi gratis, khususnya bagi warga kurang mampu,” katanya.
Selain aspek kebersihan, Maulana juga menyoroti pentingnya keamanan lingkungan. Ia mengungkapkan rencana penguatan sistem pengawasan kota melalui pemasangan CCTV yang terintegrasi dengan pusat kendali kota.
“Kita ingin Kota Jambi diawasi 24 jam melalui CCTV yang terhubung ke pusat kontrol. Dengan begitu, setiap kejadian bisa dipantau dan ditindaklanjuti dengan cepat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga memastikan perlindungan bagi para operator pengangkut sampah melalui jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
“Operator kita lindungi dengan BPJS. Kalau terjadi kecelakaan kerja, seluruh biaya ditanggung. Bahkan jika terjadi hal terburuk, ada santunan bagiahli waris,” ujarnya. (Adv)












![Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]](https://aurduri.com/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-18-at-20.17.52-350x250.jpeg)
Discussion about this post