• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Minggu, Mei 31, 2026
Aurduri
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Daerah

Gudhas Village, Bukti Nyata Aturan Dilanggar dan Keadilan Dimakamkan

by admin
26/01/2025
in Daerah
0
PostTweetSendScan

Jambi, Aurduri.com – Pagar beton Gudhas Village yang berdiri angkuh di Jl. Adam Malik, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, adalah tamparan keras bagi aturan hukum dan tata ruang di Kota Jambi. Meski telah dilaporkan berkali-kali oleh masyarakat, aktivis, dan media kepada Dinas PUPR Kota Jambi, pagar ini tetap berdiri kokoh. Tak ada langkah nyata dari pemerintah untuk menindak pelanggaran yang jelas-jelas mencolok mata ini. Apakah hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil?

Pelanggaran yang Dilakukan oleh Gudhas Village

Baca juga

Dampak Perubahan Ekspor CPO Satu Pintu melalui Danantara bagi Provinsi Jambi dan Upaya Strategis dalam Mengatasinya

Aman dan Terpercaya, Registrasi Nomor HP Wajib Pakai Wajah Mulai 1 Juli

Drama Adu Penalti, PSG Pertahankan Mahkota Eropa Usai Kalahkan Arsenal

Astra Honda Dream Cup 2026 Siap Digelar, Vario 160 Kembali Siap Melesat

Berdasarkan temuan lapangan dan audiensi dengan Dinas PUPR Kota Jambi, pagar Gudhas Village diduga melanggar berbagai aturan nasional terkait tata ruang, bangunan gedung, dan keselamatan publik, yaitu:

1. Pelanggaran Jarak Sempadan Jalan (Garis Sempadan Jalan – GSJ)

  •  Aturan: Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, bangunan, termasuk pagar, harus memenuhi jarak minimum dari garis tengah jalan sesuai ketentuan tata ruang.
  • Fakta: Pagar Gudhas Village dibangun hanya beberapa meter dari tepi jalan, jauh dari standar jarak minimum untuk bangunan di dekat jalan utama.
  • Dampak: Mengurangi ruang bagi pejalan kaki, mengganggu arus lalu lintas, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

2. Pelanggaran Ketinggian dan Material Pagar

  • Aturan: Sesuai UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan PP No. 16 Tahun 2021, pagar bagian bawah (maksimal 60 cm) boleh menggunakan beton, sedangkan bagian atas (maksimal 90 cm) harus menggunakan material transparan untuk menjaga visibilitas.
  • Fakta: Tinggi pagar Gudhas Village mencapai 2,5 meter dengan material beton penuh, melanggar ketentuan transparansi yang diwajibkan untuk keselamatan pengguna jalan.

3. Pelanggaran terhadap Keselamatan Publik

  • Aturan: UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 273 dan Pasal 274, melarang hambatan fisik di sekitar jalan yang berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas.
  • Fakta: Lokasi pagar yang terlalu dekat dengan jalan dan desainnya yang masif menghalangi visibilitas pengendara serta meningkatkan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.

4. Pelanggaran Administratif: Tidak Sesuai dengan PBG dan SLF

  • Aturan: Berdasarkan PP No. 16 Tahun 2021, setiap bangunan gedung wajib memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sesuai dengan standar teknis, serta Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum digunakan.
  • Fakta: Pagar Gudhas Village yang melanggar ketentuan teknis seharusnya tidak memenuhi syarat penerbitan SLF. Namun, hingga saat ini, tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.

Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi menilai kasus pagar Gudhas Village ini adalah simbol runtuhnya penegakan hukum di Kota Jambi.

Ketua AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menyampaikan pernyataan keras terkait hal ini.

“Ini bukan sekadar pagar beton! Ini adalah bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Jambi tidak mampu, atau bahkan tidak mau, menegakkan aturan. Bagaimana mungkin pelanggaran yang sudah terang-terangan dibiarkan? Jika pemerintah hanya diam, masyarakat berhak mempertanyakan keberpihakan mereka. Apakah hukum di Kota Jambi hanya untuk rakyat kecil, sementara pengusaha besar kebal aturan?” tegas Erfan dengan nada marah.

Wakil Ketua AWaSI Jambi, Kang Maman, menyuarakan kritik lebih tajam:

“Pemerintah Kota Jambi harus malu! Sudah ada laporan, sudah ada audiensi, tapi pagar ini tetap berdiri kokoh. Kalau mereka tidak mampu bekerja, lebih baik tinggalkan kursi empuk mereka! Jangan biarkan hukum dipermainkan oleh pengusaha yang merasa kebal aturan. Rakyat tidak butuh pemimpin yang takut atau tunduk pada orang-orang seperti itu!”

Mengapa Pemerintah Diam?

Fakta bahwa pagar ini masih berdiri kokoh meskipun jelas melanggar aturan membuat publik berspekulasi tentang adanya “perlakuan khusus” kepada pemilik Gudhas Village. Pemilik restoran ini dikenal sebagai tokoh berpengaruh dengan jaringan luas, sehingga ada dugaan kuat bahwa laporan masyarakat sengaja diabaikan.

“Kami ingin tahu, apa alasan pemerintah tidak membongkar pagar ini? Apakah karena pemiliknya seorang yang berkuasa? Atau memang pemerintah kita sudah kehilangan nyali untuk menegakkan hukum?” ujar Ludwig, seorang aktivis yang juga terlibat dalam pengawalan kasus ini.

Ultimatum AWaSI Jambi: Tindakan atau Mundur!

AWaSI Jambi menuntut Pemerintah Kota Jambi, khususnya Dinas PUPR, untuk segera bertindak dalam waktu dua minggu. Jika tidak ada langkah nyata, AWaSI akan:

  1. Melaporkan kasus ini ke Ranah Hukum dan Tingkat Lebih Tinggi.
  2. Menggelar aksi besar-besaran bersama masyarakat Kota Jambi.

“Jangan sampai kami harus turun ke jalan untuk menegakkan keadilan. Jika pemerintah tidak bertindak, kami akan pastikan kasus ini menjadi perhatian nasional. Kota Jambi butuh pemimpin yang tegas, bukan pemimpin yang bisu!” ujar Erfan menutup pernyataannya.

Kasus pagar Gudhas Village bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga soal keadilan, integritas, dan keberanian pemerintah dalam menegakkan aturan. Jika kasus ini terus dibiarkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Jambi akan hancur total.

Masyarakat menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji. Jika hukum terus dipermainkan, jangan salahkan publik jika mereka mulai meragukan keberadaan pemerintah yang seharusnya menjadi pelindung keadilan. (*)

Previous Post

AWaSI Jambi Tuntut Keadilan: Honorer PUPR yang Bermain Proyek Harus Diproses Hukum

Next Post

Keseruan dan Antusiasme Masyarakat Jambi di Exhibition New Honda PCX160 Jambi

Artikel terkait

Daerah

“Tertib Hunian, Aman Pembinaan”: Lapas Perempuan Jambi Perketat Pengawasan Lewat Penggeledahan Rutin

26/05/2026
Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) Chapter Jambi. (Dok Foto: Yamaha Jambi)
Daerah

Ari Gusriantoro Terpilih Pimpin YRFI Chapter Jambi 2026–2029, Wadah Pemersatu Komunitas Yamaha

26/05/2026
Daerah

Dukung Asta Cita Prabowo-Gibran, Brigade Rakyat Nusantara Jambi Optimis MBG dan KMPDK Bawa Kemandirian Ekonomi

26/05/2026
Daerah

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan, Masyarakat Jambi Minta Pengawasan Ketat Muatan dan Operasional Truk

20/05/2026
Daerah

AWaSI Jambi Gelar Aksi Unjuk Rasa, Sorot Dugaan Pelanggaran dan Praktik Merugikan Konsumen di SPBU Kebun Handil

20/05/2026
Daerah

Kebakaran Gudang BBM Ilegal di Kenali Asam Bawah, LSM JARI Tuding Aparat Lemah Pengawasan dan Desak Usut Hingga ke Aktor Utama

19/05/2026
Next Post

Keseruan dan Antusiasme Masyarakat Jambi di Exhibition New Honda PCX160 Jambi

Kapolresta Sambut Hangat Kunjungan Silaturahmi Ketua PWI Kota Jambi

Komunitas Honda PCX Club Indonesia Chapter Jambi Ikut Meriahkan Exhibition New Honda PCX160 di Jambi

Kapolda Akui Ada Oknum APH Dibalik Mafia BBM di Jambi

Pemilik Gudang Bantah Atas Tuduhan Adanya Penimbunan Solar di Jalan Lingkar Barat 3

Discussion about this post

  • Bukti chat dari salah satu peserta. [sumber peserta PBAK]

    PBAK STAI An-Nadwah, Pengenalan Budaya Akademik atau Promosi Organisasi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 11 Pemuda JKS Sangat Menyayangkan Keputusan Maulana: Blue Print dan Cita-cita Kami Jambi Kota Seberang Bias Dianggap Sebelah Mato

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Biografi Ade Chandra: Pemimpin Lokal yang Tegas Berantas Praktik Ilegal di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Triwulan I Tahun 2023, Polda Jambi Selamatkan 404.410 Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lapor Pak Bupati! Puluhan PSK Lokalisasi ‘Pucuk’ Jambi Buka Cafe di Pematang Lumut Betara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Tambang Pemasok PLN Hancurkan Kehidupan Orang Rimba di Batanghari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Tergantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dirut PT MMJ Pengelola Pabrik PT PAL Sidomukti, Tuduhan Tidak Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Muda Jambi: Rikki Arisandi, Dai yang Tumbuh dari Tanah Maro Sebo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecam Aksi Anarkis, DPP Raden Melayu Jambi Desak Penegakan Hukum Tindak Tegas Pelaku Pengerusakan Kantor Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Erlangga Media Digital

Alamat Redaksi: Jl. RA Kartini RT 25 Talang Bakung, Paalmerah, Kota Jambi

CP: 085216010044

email: redaksiaurduri@gmail.com

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Hukrim
  • Pemerintahan
  • Kabar TNI-Polri
  • Ekobis
  • Politik
  • Lifestyle & Hiburan
  • Opini
  • Olahraga
  • Advertorial